Berita

Selaju Sampan Pulai Didorong Masuk Kalender Pariwisata Sumbar

×

Selaju Sampan Pulai Didorong Masuk Kalender Pariwisata Sumbar

Sebarkan artikel ini
Wagub Sumbar, Vasco Ruseimy mengayuh sampai di acara selalu sampan di Jorong Pulai, Nagari Sitiung, Dharmasraya, Sabtu (15/8/2026). (Foto: Dok. Biro Adpim Pemprov Sumbar)

Ranah.id – Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy mendorong tradisi selaju sampan di Jorong Pulai, Nagari Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, dikembangkan menjadi event yang lebih besar dan masuk dalam agenda pariwisata Sumbar.

Menurut Vasko, selaju sampan bukan sekadar perlombaan tradisional, tetapi bagian dari kekayaan budaya masyarakat yang memiliki sejarah panjang dan potensi untuk dikembangkan sebagai atraksi wisata berbasis budaya dan olahraga.

“Ini tradisi yang sudah lama ada dan memiliki nilai sejarah. Jangan sampai hanya menjadi kegiatan lokal yang kemudian hilang gaungnya. Kita harus lestarikan dan beri ruang yang lebih besar,” ujar Vasko usai menyaksikan pelaksanaan selaju sampan di Pulai, Dharmasraya, Sabtu (15/8/2026).

Baca Juga  Dukung Investasi Panas Bumi, Pemprov Sumbar Raih Penghargaan Kementerian ESDM

Vasko menilai, pengembangan tradisi lokal menjadi event pariwisata dapat menjaga keberlanjutan budaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Karena itu, ia meminta agar selaju sampan Pulai mendapat perhatian dan dukungan lebih besar dari pemerintah daerah.

“Tahun depan harus lebih besar. Saya minta Dinas Pariwisata Sumatera Barat bisa menyelenggarakan kembali dan memasukkan Selaju Sampan ini ke dalam agenda pariwisata provinsi,” tegasnya.

Menurut Vasko, masuknya selaju sampan dalam kalender pariwisata provinsi dapat membuat tradisi tersebut dikenal lebih luas sekaligus mendorong masyarakat sekitar menjadi bagian dari pengembangan pariwisata dan ekonomi lokal.

Baca Juga  KAI Sumbar Layani 8.181 Pelanggan Saat Maulid Nabi, Pariaman Ekspres Paling Ramai

Dalam kunjungannya, Vasko tidak hanya menyaksikan perlombaan dari tepi arena. Ia juga ikut menjadi salah seorang pendayung dan memacu sampan bersama tim hingga garis finis.

Pengalaman tersebut, kata Vasko, memberikan gambaran langsung mengenai kekuatan selaju sampan, terutama semangat kompetisi, kekompakan, dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga tradisi.

“Kalau kita lihat langsung, semangat masyarakatnya luar biasa. Ini bukan hanya soal lomba sampan, tetapi ada budaya, kebersamaan dan semangat masyarakat di dalamnya. Itu yang harus kita pertahankan,” katanya.

Vasko menekankan, pengembangan selaju sampan menjadi event yang lebih besar tidak boleh menghilangkan karakter dan nilai tradisional yang selama ini menjadi identitasnya.

Baca Juga  KAI Divre II Sumbar Edukasi Pekerja soal Bahaya Merokok dan Kanker Paru

Menurutnya, sejarah, tradisi, dan keterlibatan masyarakat harus tetap menjadi kekuatan utama dalam pengemasan selaju sampan sebagai atraksi pariwisata.

Ia berharap dukungan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan masyarakat dapat membuat selaju sampan Pulai berkembang menjadi event budaya yang mampu menarik wisatawan sekaligus memperkuat identitas budaya Sumatera Barat.

“Kita ingin tradisi ini tetap hidup, berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat. Tahun depan kita buat lebih besar, lebih ramai, tetapi tetap menjaga tradisi dan karakter aslinya,” pungkas Vasko. (fru)