Ranah.id – Bagi sebagian orang, menulis mungkin sekadar hobi. Bagi saya, pada suatu waktu, hobi menulis itu bisa berubah menjadi pekerjaan yang menghasilkan uang sekaligus memberi kesempatan untuk ikut merawat bahasa Minangkabau.
Pada Februari-Maret 2026, saya mengikuti proyek WikiBasamo 2.0 yang digagas Komunitas Wikimedia Padang dengan dukungan Wikimedia Indonesia (WMID). Selama 14 hari, saya ditargetkan membuat 10 artikel setiap hari dalam bahasa Minangkabau di Wikipedia Bahasa Minangkabau.
Setiap hari saya mendapatkan uang konsumsi sebesar Rp120.000. Jika dikalikan 14 hari, jumlahnya menjadi Rp1.680.000. Selain itu, saya mendapatkan dukungan pulsa Rp200.000, sehingga total dana yang saya terima mencapai Rp1.880.000.
Bagi saya, proyek ini menarik bukan semata karena mendapatkan penghasilan tambahan. Ada kepuasan tersendiri karena tulisan yang saya kerjakan juga ikut menambah konten berbahasa Minangkabau di internet.
Berawal dari Dana Wiki
Keterlibatan saya dalam proyek ini bermula dari Dana Wiki untuk Komunitas Wikimedia Padang. Bagi yang belum mengenal Wikimedia, secara sederhana Wikimedia merupakan gerakan yang mendukung berbagai proyek pengetahuan terbuka, termasuk Wikipedia, yang artikelnya ditulis dan disunting oleh para sukarelawan.
Wikipedia tersedia dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa-bahasa daerah di Indonesia. Bahasa Minangkabau menjadi salah satunya.
Di Sumatera Barat, aktivitas tersebut dijalankan antara lain melalui Komunitas Wikimedia Padang, tempat saya berkegiatan. Para sukarelawan di komunitas ini selama bertahun-tahun ikut mengembangkan konten berbahasa Minangkabau di berbagai proyek Wikimedia.
Menariknya, sebagian besar pekerjaan tersebut dilakukan secara sukarela. Tidak ada bayaran untuk setiap artikel yang dibuat.
Namun, Wikimedia Indonesia memiliki berbagai skema dukungan untuk komunitas. Salah satunya adalah Dana Wiki, yakni pendanaan yang dapat digunakan komunitas untuk menjalankan kegiatan yang berkaitan dengan proyek Wikimedia.
Saya sendiri bukan kali pertama terlibat dalam kegiatan yang mendapatkan dukungan seperti ini. Pada tahun sebelumnya, saya pernah mengikuti kegiatan dokumentasi cagar budaya di Solok. Foto-foto yang dihasilkan kemudian diunggah ke Wikimedia Commons, salah satu proyek Wikimedia yang menjadi tempat penyimpanan berbagai media bebas.
Dari WikiBasamo ke WikiBasamo 2.0
Persiapan Dana Wiki 2025 untuk Komunitas Wikimedia Padang mulai dibicarakan sekitar Desember. Saat itu, Ofel, narahubung komunitas, mengirim pesan di grup WhatsApp dan mengajak anggota yang ingin ikut untuk mendaftarkan diri.
Belasan orang sempat mendaftar. Namun, ketika proposal mulai disusun, beberapa orang memilih tidak melanjutkan karena kesibukan masing-masing. Ada yang harus fokus menyelesaikan skripsi, ada pula yang sedang terlibat dalam kegiatan pendanaan Wikimedia lainnya.
Akhirnya, terdapat tujuh peserta dari Komunitas Wikimedia Padang yang mengikuti program tersebut. Fuad, yang saat ini berdomisili di Jambi, dipercaya sebagai ketua kegiatan.
Kami kemudian berdiskusi mengenai bentuk kegiatan yang paling memungkinkan. Karena beberapa peserta tinggal di luar Sumatera Barat, termasuk Jambi dan Yogyakarta, kami membutuhkan kegiatan yang bisa dikerjakan dari rumah.
Pilihan akhirnya jatuh pada kegiatan berbasis konten. Tahun sebelumnya, Komunitas Wikimedia Padang mengadakan kegiatan bertajuk WikiBasamo, yaitu pembuatan konten di Wikimedia berbahasa Minangkabau, seperti Wikipedia Bahasa Minangkabau, Wikikato (kamus daring Bahasa Minangkabau), dan sebagainya. Bagaimana jika kita tahun ini melanjutkan itu.
Akhirnya disepakati tahun ini kita menggarap WikiBasamo jilid 2 alias WikiBasamo 2.0. Kegiatannya yaitu membuat konten di Wikipedia Bahasa Minangkabau, Wikibuku Bahasa Minangkabau, dan Wikiquote Bahasa Minangkabau. Waktu pengerjaannya adalah 14 hari oleh tujuh peserta. Oke, cekidot!
Saya memilih mengerjakan Wikipedia Bahasa Minangkabau.
Target 10 Artikel Sehari
Di sinilah tantangannya dimulai. Target saya adalah membuat 10 artikel berbahasa Minangkabau setiap hari selama 14 hari. Artinya, saya harus menyelesaikan 140 artikel.
Pada awal penyusunan proposal, target panjang setiap artikel sebenarnya jauh lebih besar. Fuad sempat meminta setiap artikel memiliki panjang sekitar 5.000 bita. Bagi saya, angka itu cukup membuat kepala pusing.
Saya pernah mengikuti kegiatan menulis artikel Wikipedia dengan target 3.000 bita untuk satu artikel. Bagi orang yang baru berkecimpung di Wikipedia, satu artikel saja bisa menghabiskan waktu sekitar satu hingga dua jam. Bagi yang sudah terbiasa, tentu bisa lebih cepat.
Bayangkan jika harus membuat 10 artikel dengan panjang masing-masing artikel adalah 5.000 bita setiap hari. Saya merasa target tersebut terlalu berat. Akhirnya saya menyampaikan keberatan dan meminta agar jumlah bita setiap artikel dikurangi.
Permintaan itu akhirnya disetujui. Targetnya turun menjadi sekitar 1.500 bita per artikel. Saya pun sedikit lega.
Menerjemahkan Pulau-Pulau di Sumatera
Untuk topik tulisan, pada awalnya kami diarahkan membuat artikel tentang bentang alam di Sumatera, seperti sungai, gunung, dataran rendah, dan pulau. Untungnya, saya memiliki bahan yang cukup.
Sebelumnya, saya bersama beberapa teman pernah mengerjakan artikel mengenai pulau-pulau di Sumatera Barat untuk Wikipedia Bahasa Indonesia. Jumlahnya cukup banyak.
Jadi, saya tidak perlu memulai semuanya dari nol. Saya tinggal menggunakan artikel yang sudah tersedia sebagai bahan, kemudian mengalihbahasakannya ke dalam bahasa Minangkabau.
Meski terdengar sederhana, ternyata prosesnya cukup melelahkan. Satu artikel bisa membutuhkan waktu setidaknya setengah jam. Jika harus menyelesaikan 10 artikel, waktu yang saya habiskan bisa mencapai lima jam sehari.
Hari-hari pertama saya benar-benar merasakan beratnya target tersebut.
Google Translate Ikut Membantu
Di tengah kesibukan itu, seorang teman memberikan saran yang cukup membantu.
Ia menyarankan agar saya memanfaatkan Google Translate untuk menerjemahkan bahan dari bahasa Indonesia ke bahasa Minangkabau. Bukan berarti hasil terjemahannya langsung disalin dan ditempel begitu saja. Hasil terjemahan tetap harus diperiksa dan diedit karena masih ada bagian yang terasa rancu atau tidak sesuai dengan konteks bahasa Minangkabau.
Saya kemudian mencoba cara tersebut. Ternyata pekerjaan menjadi jauh lebih cepat.
Teknologi yang awalnya saya anggap hanya sebagai alat bantu ternyata sangat menolong ketika berhadapan dengan target pekerjaan yang cukup banyak. Saya tetap harus membaca, memeriksa, dan memperbaiki hasil terjemahan, tetapi pekerjaan menerjemahkan dari awal menjadi jauh lebih ringan.
Akhirnya, target 10 artikel sehari bisa saya selesaikan.
Selama 14 hari, saya menghasilkan 140 artikel di Wikipedia Bahasa Minangkabau.
Sementara itu, teman saya itu mengerjakan konten untuk Wikibuku Bahasa Minangkabau dengan target yang kurang lebih sama. Teman-teman yang menggarap Wikiquote Bahasa Minangkabau memiliki target berbeda, yakni membuat 90 kutipan atau pepatah-petitih Minangkabau setiap hari.
Masing-masing peserta memiliki bagian pekerjaan sendiri, tetapi semuanya memiliki tujuan yang sama: menambah konten berbahasa Minangkabau di internet.
Rp120 Ribu Sehari untuk Apa?
Lalu, bagaimana dengan uang Rp120.000 yang saya terima setiap hari? Dana tersebut memang diperuntukkan sebagai uang konsumsi selama mengerjakan kegiatan.
Pada hari-hari pengerjaan, saya sering mampir ke minimarket dekat rumah untuk membeli makanan dan minuman ringan. Kadang-kadang, saya juga mengajak istri makan di luar.
Ada hal sederhana yang membuat saya senang.
Ketika pulang membawa belanjaan dari minimarket, istri saya ikut senang. Jadi, uang konsumsi dari proyek menulis itu tidak hanya menemani saya selama duduk di depan laptop, tetapi sesekali juga menjadi alasan untuk membawa sesuatu pulang ke rumah.
Bagi saya, itu salah satu bagian menyenangkan dari proyek ini.
Ketika Wikipedia Sempat Tidak Bisa Diakses
Secara umum, pekerjaan berjalan cukup lancar. Tantangan paling mengganggu justru muncul ketika akses ke Wikipedia sempat mengalami kendala dari jaringan yang saya gunakan.
Saat itu, masa pengerjaan proyek sudah mendekati akhir. Saya tentu sempat khawatir karena target tulisan belum sepenuhnya selesai.
Setelah mencari cara agar bisa kembali mengakses Wikipedia, saya akhirnya dapat melanjutkan pekerjaan dan menyelesaikan target yang telah disepakati.
Empat belas hari ternyata berlalu cukup cepat.
Saya yang awalnya mengira proyek ini hanya akan menjadi pekerjaan tambahan, akhirnya mendapatkan pengalaman yang lebih dari sekadar menulis. Saya belajar mengatur waktu, mengejar target, memanfaatkan teknologi, sekaligus ikut berkontribusi pada keberadaan konten berbahasa Minangkabau di dunia maya.
Bagi saya, mungkin inilah salah satu hal menarik dari menjadi sukarelawan Wikimedia: kita bisa mengerjakan sesuatu karena kecintaan pada pengetahuan dan bahasa, tetapi pada kesempatan tertentu, kerja tersebut juga bisa mendapatkan dukungan pendanaan.
Dan kali ini, saya mendapatkan pengalaman itu dari balik layar laptop, sambil menulis dalam bahasa urang awak. (fru)



