Ranah.id — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) meraih penghargaan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai Pemerintah Provinsi Pendukung Investasi Panas Bumi.
Penghargaan tersebut diberikan atas komitmen dan dukungan Pemprov Sumbar dalam mendorong pengembangan investasi energi panas bumi di Sumatera Barat.
Penghargaan diterima Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi yang mewakili Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dalam rangkaian The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengatakan, penghargaan tersebut menjadi penguatan terhadap kebijakan Pemprov Sumbar dalam mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Menurut Mahyeldi, energi bersih tidak hanya berkaitan dengan ketahanan energi, tetapi juga membuka peluang investasi dan menciptakan nilai ekonomi bagi daerah serta masyarakat.
“Pengembangan energi bersih harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi sangat penting,” ujarnya.
Sementara itu, Sekdaprov Sumbar, Arry mengatakan, penghargaan tersebut menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi Pemprov Sumbar untuk terus memperkuat dukungan terhadap investasi panas bumi.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi kita untuk terus memberikan dukungan terhadap pengembangan investasi panas bumi di Sumatera Barat,” jelasnya.
Arry mengatakan Pemprov Sumbar akan terus memperkuat koordinasi dan fasilitasi sesuai kewenangan daerah. Hal itu dilakukan agar potensi panas bumi dapat dikembangkan dan memberikan manfaat bagi perekonomian serta masyarakat dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto mengatakan, Sumbar memiliki potensi panas bumi yang tersebar di sejumlah wilayah.
Berdasarkan data Badan Geologi Kementerian ESDM, terdapat 22 titik sumber daya panas bumi di Sumbar.
Salah satu potensi yang kini memasuki tahapan lebih lanjut adalah wilayah panas bumi Cubadak Panti di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mendapat Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) dengan estimasi awal possible reserve sebesar 77 MWe.
“Survei dan eksplorasi merupakan tahapan penting untuk memperoleh kepastian mengenai potensi sumber daya dan kelayakan pengembangannya. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendukung koordinasi dan fasilitasi agar proses pengembangan dapat berjalan dengan baik,” kata Helmi. (fru)












