Berita

Stasiun Lubuk Alung Makin Ramai, Akses Warga Padang Pariaman ke Padang Bertambah

×

Stasiun Lubuk Alung Makin Ramai, Akses Warga Padang Pariaman ke Padang Bertambah

Sebarkan artikel ini
Stasiun Lubuk Alung. (Foto: Dok. PT KAI Divre II

Ranah.id — Stasiun Lubuk Alung di Kabupaten Padang Pariaman semakin ramai digunakan masyarakat. Jumlah pelanggan di stasiun tersebut mencapai 132.054 orang pada Semester I 2026.

Jumlah itu meningkat 53,51 persen dibandingkan Semester I 2025 yang tercatat sebanyak 86.020 pelanggan.

Peningkatan tersebut sejalan dengan bertambahnya frekuensi perjalanan kereta api serta perubahan pola operasi sejumlah layanan kereta api di wilayah Divisi Regional II Sumatera Barat.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan, Stasiun Lubuk Alung menjadi salah satu titik yang mendukung mobilitas masyarakat dari Padang Pariaman menuju Padang, Pariaman, Kayu Tanam, dan wilayah sekitarnya.

“Pertumbuhan pelanggan di Stasiun Lubuk Alung berjalan seiring dengan peningkatan frekuensi perjalanan dan pengembangan pola operasi kereta api,” ujar Reza dalam keterangan tertulis, Rabu (23/9/2026).

Baca Juga  Antisipasi Gangguan Perjalanan, KAI Cek Jalur Kereta Padang–Indarung

Saat ini, Stasiun Lubuk Alung dilalui berbagai layanan kereta api pada koridor Lubuk Alung-Duku, Lubuk Alung-Pariaman, serta Lubuk Alung-Kayu Tanam.

Salah satu layanan yang mengalami peningkatan frekuensi adalah KA Pariaman Ekspres.Pada 2021, KA Pariaman Ekspres melayani delapan perjalanan per hari. Sejak 2025 hingga saat ini, frekuensinya meningkat menjadi 10 perjalanan per hari.

Selain itu, pola operasi KA Lembah Anai juga mengalami perubahan.

Sebelumnya, enam perjalanan KA Lembah Anai melayani relasi Kayu Tanam-Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pulang-pergi. Kini, enam perjalanan tersebut melayani relasi Kayu Tanam-Padang pulang-pergi.

Perubahan relasi itu memperluas akses masyarakat dari kawasan Padang Pariaman menuju pusat aktivitas di Kota Padang.

Peningkatan jumlah pelanggan Stasiun Lubuk Alung terlihat dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga  KAI Buka Rekrutmen 2026, Ini Jadwal dan Formasinya

Pada Semester I 2021, jumlah pelanggan tercatat sebanyak 23.268 orang. Jumlah itu meningkat menjadi 40.418 pelanggan pada 2022, kemudian 63.702 pelanggan pada 2023 dan 77.702 pelanggan pada 2024.

Pada Semester I 2025, jumlah pelanggan mencapai 86.020 orang.

Sementara pada Semester I 2026, jumlah tersebut meningkat menjadi 132.054 pelanggan atau naik 53,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Reza mengatakan, peningkatan volume pelanggan menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi kereta api terus berkembang.

“Bagi KAI, kondisi ini menjadi dorongan untuk terus memastikan aspek keselamatan, keandalan operasional, serta kualitas pelayanan kepada pelanggan,” katanya.

Selain meningkatkan layanan perjalanan, KAI juga melihat potensi pengembangan kawasan di sekitar Stasiun Lubuk Alung.

Salah satunya melalui optimalisasi aset perusahaan di sekitar pasar rakyat yang berpotensi dikembangkan untuk kegiatan komersial.

Baca Juga  Terjaring Razia Berak di Pantai Pariaman, Warga Disidang

Pengembangan tersebut, kata Reza, tetap akan memperhatikan ketentuan dan aspek keselamatan perkeretaapian.

KAI juga melihat potensi pengembangan area parkir serta fasilitas pengisian daya kendaraan listrik di kawasan tersebut.

Dari sisi layanan pendukung, terdapat Klinik Mediska yang dapat mendukung kebutuhan layanan kesehatan bagi pekerja maupun masyarakat sesuai dengan layanan yang tersedia.

“Pengembangan Stasiun Lubuk Alung tidak hanya kami lihat dari sisi perjalanan kereta api, tetapi juga dari potensi kawasan dan layanan pendukungnya,” ujar Reza.

Dengan meningkatnya frekuensi perjalanan dan jumlah pelanggan, Stasiun Lubuk Alung kini memiliki peran yang semakin besar dalam mendukung mobilitas masyarakat Padang Pariaman dan daerah sekitarnya, termasuk akses menuju Kota Padang. (fru)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *