Ranah

Totalitas Tanpa Batas Seorang Disabilitas

Nama saya Topik Ilham Bobotoh difabel dari Indramayu, saya tergabung dalam organisasi Viking Distrik Indramayu Korwil Kroya. Suatu hari setelah saya lulus SMA ada pertandingan Madura United vs Persib Bandung dan itu adalah impian saya untuk bisa away ke Madura agar bisa satu tribun dengan dulur K-Conk dan Bonek. Karena di Jawa Timur merupakan basis terbesar Bonek mania, kebetulan organisasi Viking Distrik Indramayu mengadakan tour away ke Madura tempatnya di stadion Gelora Bangkalan.

Mendengar kabar itu saya langsung senang, maklum saja saya baru diperbolehkan ikut dunia suporter itu ketika saya masuk SMK oleh orang tua saya karena kondisi fisik saya yang kurang sempurna. Orang tua saya khawatir karena di stadion itu banyak orang bukan ratusan tapi ribuan bahkan puluhan ribu orang.

Singkat cerita, saya berusaha agar bisa ikut tour itu sedangkan saya hanya punya uang 200.000 itu pun hasil dari menjual atribut, gitar dan tas. Sedangkan HTM tour Madura adalah 250.000 untuk transport, tiket dan makan 1x. Saya sudah berusaha minjam ke teman-teman, tidak membuahkan hasil di dalam hati saya ingin mencoba memimjam uang ke mantan saya tapi ngomong dalam hati juga saya malu dan tidak mau.

Saya putus asa, namun akhirnya dapat pinjaman Rp100.000 dari mantan, saya pun mendaftarkan diri ke panitia tour away Madura. Perjuangan belum selesai sampai sini kawan, rumah saya yang pelosok yang lumayan jauh dari kota Indramayu dengan jarak sekitar 46 KM atau waktu tempuh sekitar satu setengan jam. Kebetulan waktu itu musim hujan jadi saya dan teman saya diguyur hujan dari rumah sampai ke tempat kumpul, tapi saya lalui dengan senang hati karena disana saya bisa ketawa bareng teman-teman sehingga rasa dingin itu sedikit hilang.

Setelah semua anggota terkumpul berangkatlah kami dari Indramayu sekitar jam 17.00 WIB, jarak dari Indramayu ke Madura itu sekitar 641 KM dengan waktu tempuh 20 jam. Di tengah perjalan tepatnya di Kabupaten Pekalongan – Jawa Tengah rombongan berhenti untuk beristirahat dan makan, setelah selesai makan kami pun melanjutkan perjalanan. Siapa sih yang ngga jenuh di dalam mobil sekitar 20 jam, kami melawan rasa jenuh dengan bercerita, berbagi pengalaman dan berbagi motivasi.

Sampai di Semarang rombongan mobil kami nyasar, entah di daerah mana saya juga lupa seinget saya sih di sekitar pelabuhan Semarang. Untung saja nyasarnya beberapa menit kemudian mobil rombongan kembali ke jalan yang benar, sempat juga dihadang polisi yang sedang razia beruntung surat-surat supir lengkap semua.

Setelah sampai di stadion kami disambut ramah oleh suporter tuan rumah dan juga saudara kami Bonek mania, kami sampai di Gelora Bangkalan sekitar jam 12.00 WIB sedangkan pertandingan dimulai pukul 15.00 WIB. Sekitar 2 jam kami menunggu pintu stadion dibuka dan di luar pun sudah banyak Bobotoh, Viking, K-Conk dan Bonek yang menunggu pintu stadion dibuka.

Di dalam stadion kami bernyanyi, dan bersorak. Kehujanan, kepanasan, kedinginan dan kelaparan itulah hal yang saya rasakan setiap ke stadion, namun semua akan hilang jika kebanggaan kami meraih kemenangan, sayang sekali waktu itu tim kebanggaan kami harus kalah dari tim tuan rumah dengan skor 2-1, pada saat pertandingan selesai saya berjalan lesu, lemas, kecewa, marah, kesal, sedih itu sudah pasti saya rasakan tapi saya tidak akan pernah kapok atau berhenti untuk mendukung Persib Bandung walaupun saya bukan orang Bandung.

Setelah keluar saya mencoba untuk mencari suporter tuan rumah atau biasa disebut K-Conk mania untuk bertukar baju sebagai kenang-kenangan namun cuaca di sana hujan deras dan saya pun terpaksa hanya berdiam di mobil untuk kembali pulang.

Di stadion mana pun mau itu di Bandung, Cikarang dan disini di Madura selalu ada yang bertanya kepada saya tentang fisik saya. Kebanyakan mereka beranggapan kalau saya ini orang nakal karena melihat kaki yang patah satu.

Mereka berfikir kalau saya itu anak drag, gengster yang jatuh dari motor padahal saya aja naik motor ngga bisa. Ceritanya waktu di warung saya ditanyain oleh Bobotoh dari Bandung.

Kata dia “Aa dari mana?”
Saya jawab “Dari Indramayu A”
Lalu dia jawab lagi “Itu kakinya kenapa ? Jatuh atau gimana?”
Saya jawab “Dari lahir A”
Kemudian kata si Aa gini “Oh gitu maaf udah nanya-nanya, tetap semangat saya salut sama Aa, udah biarin belanjaan biar saya yang bayar”
Awalnya saya nolak tapi si Aa, malah maksain ya sudah mungkin itu rezeki saya, yang kebetulan juga uang saya yang tinggal Rp15.000.

Saya pun sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Aa itu lupa namanya semoga Aa itu membaca cerita ini.

 

Topik Ilham, Bobotoh Indramayu.

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Scroll Up