Ranah
Featured Video Play Icon

Tan Malaka Dipenjara Penjajah Dibunuh Bangsanya

Tan Malaka tidak ada perdebatan tentangnya. Tentang dia yang memilih jalan sunyi hingga beristripun dia tidak sempat. Tentang dia yang bertualang ke berbagai belahan dunia demi gagasan kemerdekaan. Atau tentang manifestonya yang kemudian jadi panduan bagi tokoh-tokoh seperti Sukarno dan Hatta untuk mencapai Indonesia merdeka.

Dia adalah tokoh paling cocok untuk menggambarkan bagaimana mistisme timur berpadu dengan logika barat. Tan Malaka jadi muara dari radikalisme sekaligus filosofi di saat yang sama. Dia adalah jembatan dari generasi yang hilang dengan mereka yang muncul kemudian teriak merdeka.

Tan Malaka terdidik untuk menjadi guru tetapi sekolah baginya lebih luas dari sekedar bangunan yang dihuni murid. Dia menjadi guru untuk bangsa yang terjajah ratusan tahun. Menjadi seorang martir yang kebebasannya ditentukan oleh kehendak nurani bukan penguasa.

Dia dibuang, dipenjara, diburu dan menjadi hantu bertahun-tahun lamanya. Pada akhirnya tidak ada yang lebih menyakitkan dibandingkan dipenjara oleh bangsa sendiri. Tidak ada yang lebih tradis dibandingkan terbunuh oleh kebengisan para prajurit yang berjuang atas gagasan yang ditanamkannya.

Tan Malaka adalah kesunyian yang tak putus.

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Scroll Up