Ranah

Sebelum Aplikasi Peta Digital Muncul Pedagang Asongan Jadi Petunjuk Macet Jakarta

Sejak teknologi GPS berubah jadi barang eceran di ponsel-ponsel pintar, seketika mengubah budaya kita di jalanan. Aplikasi waze dan google maps misalnya membuat kita tidak lagi mengandalkan mulut untuk mencari alamat.

Kita tidak perlu lagi banyak tanya pada orang-orang di pinggir jalan. Biasanya bertanya pada tukang ojek yang mangkal, ibu-ibu jaga warung atau tukang tambal ban. Aplikasi itu akan mengantarkan kita sampai ke alamat.

Begitu juga dengan masalah macet. Dulu kita mengandalkan berita radio di mobil untuk mengetahui informasi kemacetan. Sayangnya sekilas info radio itu tidak banyak membantu. Hanya muncul di siaran pagi atau sore itu pun tidak setiap waktu.

Sebenarnya kalau kita jeli, sebelum munculnya aplikasi, tanda-tanda macet sebenarnya bisa terbaca. Walaupun kita harus masuk antrian macet lebih dahulu tetapi kadar macet bisa kita tentukan dari pedagang asongan yang berkeliaran.

Syukur-syukur di tengah macet itu ada pertigaan atau gang kecil untuk menghindar. Atau bisa juga ada POM bensin untuk bisa putar balik.

www.ranah.id

Saat laju mobil melambat kadang kita sering menemukan pedagang rokok dan air mineral. Kadang juga ada pedagang kanebo dan pernak-pernik untuk dashboard mobil. Biasanya pedagang asongan jenis ini menandakan kadar macet ringan. Mobil antri karena lampu merah atau pintu tol.

Lain lagi misalnya kalau laju mobil tersendat dan mulai banyak pedagang lemper. Kita harus mulai hati-hati, karena keberadaan pedagang lemper biasanya menandakan tingkat kemacetan yang padat sangat merayap. Kita lebih sering menginjak rem daripada gas.

Tetapi itu tidak lebih mengkhawatirkan dibanding ketika dalam antrian mobil kita mulai menemukan pedagang bakpao biasanya disertai oleh mereka yang berdagang kacang rebus. Ini menandakan situasi jalanan macet tersendat atau mobil tidak bisa bergerak. Solusinya mulai lah memanggil tukang bakpao atau kacang rebus, bekal perut sebelum macet benar-benar terurai.

Terakhir kalau kita menemukan pedagang berbagai jenis, tukang bakso, somay, bakpao, kacang, jagung, air, mulai memenuhi jalan raya sebaiknya cari celah untuk berputar. Tidak perlu otak cerdas untuk menebaknya, di depan pasti jalanan telah ditutup akibat aksi demonstrasi.

Walaupun tidak secanggih kemampuan aplikasi waze dalam memandu kita untuk mengetahui kemacetan, isyarat macet dari pedagang asongan ini masih sangat penting untuk diperhatikan.

Aplikasi buatan manusia kadang bisa salah memprediksi. Tetapi para pedagang tidak pernah salah mencium rejeki. (MUT)

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Scroll Up