Ranah

Satu Dari Tiga Serangkai Yang Terlupakan

 

Kawan karib Chairil Anwar dan Asrul Sani, mereka membuat buku tiga menguak takdir, Rivai Apin sering dilupakan. Bahkan ia coba dihilangkan dari sejarah Indonesia. Kontribusinya dianggap tak berguna, lebih daik 2 kawan sejawatnya. Perlakuan itu terjadi, karena Rivai Apin bergabung dengan Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat).

Jika sempat membaca puisi-puisi Rivai Apin, darinya kita melihat Indonesia yang baru merdeka. Ketika derap tentara dan kebengisan perang masih liar di depan mata, Rivai Apin menangkapnya lalu merangkai puisi.

Rivai, tenggelam dalam penjara selama 14 tahun. Ia dikurung tanpa peradilan. Sebagai salah satu dewan pimpinan pusat Lekra, Rivai langsung diciduk usai peristiwa 1965. Lekaki Minang asal kota Padang Panjang ini, meninggal dunia pada 1995 lalu, tak banyak catatan mengenai dirinya. Rivai dipaksa untuk hilang dalam sejarah, karya-karya dianggap angin lalu oleh beberapa pengamat sastra di masanya.

Kini, Rivai kembali dicari jejaknya, sebab dari puisinya kita diajak ke masa-masa darurat, masa pancaroba sebuah negara yang baru saja merdeka.

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Scroll Up