Dari Cawapres Jaman Now, Jangan-Jangan Cawapres Hingga Cawapres Jokowi

Cak Imin suka memberi harapan. Yang membuat Cak Imin terlihat spesial, harapan itu justru diberikan pada dirinya sendiri. Jauh sebelum hingar bingar Pemilu 2019, Cak Imin sudah meyakinkan diri untuk bertarung dalam partai puncak dengan membuat partai penyisihan untuk dirinya sendiri.  okezone mencatat, sejak akhir Oktober 2017, nama Cak Imin sudah berkibar sebagai Calon Wakil Presiden.

Biar pun tidak muda lagi, para pendukungnya menyebut Cak Imin sebagai Cawapres Jaman Now. Berbagai operasi media sosial, beragam alat peraga media luar ruang dan berbagai forum berbicara tentang peluang besar Cak Imin jadi Cawapres. Puncaknya adalah ketika Cak Imin mendeklarasikan JOIN, Jokowi-Cak Imin yang semakin meyakinkan Cak Imin untuk jadi orang nomor 2 di Republik ini.

Rupanya Presiden Jokowi dan koalisi pendukungnya melihat kesungguhan Cak Imin ini tak lebih dari guyon ala santri. Nama Cak Imin memang beredar sebagai kandidat Cawapres tetapi tampak sebagai pemanis saja. Saat kandidat Cawapres Jokowi mulai mengerucut, nama Cak Imin pun mulai pudar. Untungnya sang Cawapres Jaman Now sangat easy going, dia berganti peran jadi keymaker dalam koalisi.

Dua hari sebelum batas akhir pendaftaran Capres - Cawapres, Ketua Umum PPP, Romi the Riddler, memberikan teta-teki Jokowi dengan inisial "M", berpengalaman di pemerintahan dan dari kalangan religius berasal dari Ormas terbesar di Indonesia. Teka-teki Romi selengkapnya bisa dibaca di cnnindonesia. Dalam dinamikanya ,bocoran dari istana mengungkap nama Mahfud MD sebagai kandidat terkuat. 

Drama 24 jam pun dimulai. Mahfud mengakui sehari sebelumnya sudah diminta mempersiapkan diri bahkan diminta untuk segera menjahit baju agar padanannya sama dengan Presiden Jokowi. Publik pun mulai menduga-duga, jangan-jangan Mahfud MD jadi Cawapres Jokowi.

Beberapa jam sebelum pengumunan, Mahfud pun bertolak menuju lokasi lalu menunggu di sebuah restoran tidak jauh dari Plataran Resto tempat deklarasi pasangan Jokowi. Rupanya koalisi Jokowi senang memberikan kejutan, tiba-tiba mereka lupa dengan Mahfud yang sedang stand by menunggu. Mereka lebih senang memanggil orang tua yang tinggal di Koja, KH Ma'ruf Amin sebagai Cawapres Jokowi. 

Cak Imin korban dari PHP dirinya sendiri, Mahfud MD korban dari PHP Pak Jokowi. Lalu bagaimana dengan KH Ma'ruf Amin, apakah beliau juga akan jadi korban dari PHP koalisi pendukung Jokowi? Mungkin waktu yang hanya bisa menjawab di tengah usia renta 75 tahun beliau.