Genderang Perang Relawan Jokowi Dari Sentul

Sabtu 4/8/2018 Jokowi hadir dalam temu relawan pendukungnya di Sentul Jawa Barat. Dalam kesempatan itu Jokowi berpidato berapi-api disambut gemuruh relawan pendukungnya. Mengutip cnnindonesia sesaat sebelum pidato Jokowi mencapai puncaknya, wartawan diminta keluar dari ruangan acara.

"Jangan membangun permusuhan, jangan membangun ujaran kebencian, jangan membangun fitnah-fitnah. Tidak usah mencela, menjelekkan orang lain. Tapi kalau diajak berantem juga berani", Seru Sang Presiden disambut gemuruh dukungan para relawan.

Seruan itu kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan oleh Jokowi kepada Relawan, "Jangan ngajak, kalau diajak?". Relawan menjawab lantang, "Berantem!"

Euforia  tenaga sukararela ini rupanya tetap berhembus hingga keluar. Lalu media-media memberitakan pernyataan itu dan beragam tanggapan pun bermunculan terutama dari pihak oposisi.

Lewat idntimes Wasekjen Partai Gerindra Andre Rosiade menanggapi pidato itu dengan mengatakan Jokowi lupa dengan kapasitasnya sebagai Capres dan Presiden. Sementara Sekjen Partai Demokrat Hinca Pancaitan meresponnya dengan menghimbau elit parpol untuk menciptakan pemilu dengan damai dan riang gembira.

Sementara Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menanggapinya, "Haknya Pak Jokowi untuk menyemangati relawannya. Tapi dalam politik kita ini kumpulan orang beradab dan politik itu peperangan tanpa pertumpahan darah". Tanggapan selengkapnya bisa dibaca di kumparan

Provokasi bukan barang baru dalam politik. Setidaknya untuk memanaskan mesin politik.