Maskoen Soemadiredja : Jagoan Tanah Sunda Yang Terlupakan

Maskoen Soemadiredja. Nama itu terdengar asing. Tidak banyak melintas dalam risalah-risalah perjuangan bangsa. Padahal Maskoen, pahlawan nasional kelahiran Bandung itu, punya andil besar untuk kemerdekaan Indonesia.

Dia terjun ke politik pada usia yang masih sangat muda, awal 20an tahun. Sebagaimana banyak pemuda waktu itu di Bandung dia tersihir oleh orasi-orasi Bung Karno melalui PNI.

Maskoen memilih untuk tidak sekedar jadi pendengar. Dia benar-benar terlibat aktif sehingga dijebloskan ke penjara Banceuy bersama Bung Karno dan kawan perjuangan lainnya. Pleidoi Bung Karno, Indonesia Menggugat, yang ditolak pengadilan Belanda menyebabkan Maskoen kemudian ikut dipenjara di Sukamiskin.

Saat keluar dari penjara, dia mendapati PNI telah bubar. Tetapi gairahnya tidak padam, dia bergabung dengan PNI Baru yang didirikan oleh Bung Hatta. Akibatnya Maskoen kembali ditangkap. Kali ini dia dibuang ke Boven Digul.

Penjara dan pembuangan bukanlah sesuatu yang asing bagi Maskoen. Bahkan dia lama mukim di Australia karena diungsikan dari Digul ketika Jepang masuk. Semangatnya untuk bangsa tidak pudar, dia membantu kepulangan para pejuang dari negeri Kangguru itu ke tanah air.

Maskoen mungkin tak dikenal tetapi jasanya abadi untuk bangsa.