Ranah

Perkara Kejomloan Prabowo

Banyak orang menyebut Prabowo Subianto sebagai jomlo. Benarkah Ketua Umum DPP Gerindra itu jomlo? Untuk menjawabnya perlu diajukan sebuah pertanyaan: apa definisi jomlo?

Menurut KBBI Vjomlo berarti gadis tua. Gadis tua adalah perawan tua atau perempuan berumur tua yang belum menikah. Wanita tua yang pernah menikah, lalu bercerai dan belum menikah lagi, tidak bisa disebut jomlo. Kata yang tepat untuk menyebut kondisi wanita yang demikian adalah janda.

Berdasarkan definisi itu, Prabowo tidak layak disebut jomlo karena ia bukan gadis, apalagi gadis tua.

Arti lain jomlo dalam KBBI V adalah pria atau wanita yang belum memiliki pasangan hidup. Definisi ini mulai terdapat pada KBBI IV. Makna ini diberi label cak (ragam cakapan). Arti tersebut bukan makna baku karena merupakan makna yang berkembang di tengah masyarakat setelah mengalami perluasan makna.

Definisi tersebut menjadi rujukan bagi orang yang menyebut Prabowo sebagai jomlo. Cocokkah definisi itu untuk melabeli Prabowo sebagai pria jomlo?

Berdasarkan etimologinya, kata jomlo digunakan untuk menyebut barang yang tidak terjual atau perempuan yang tidak laku.

Menurut Kamus Bahasa Sunda yang disusun RA Danadibrata (Kiblat, 2015), jomblo adalah tumerap kana barang dagangan anu kurang at. teu payu, sok disebut oge jomlo, sab. raris; dina musim ngijih loba dagangan jaromblo, komo nu dagang sirop es mah; awewe dianggap barang dagangan, lantaran eta lamun awewe teu buru-buru laku ka lalaki hartina teu buru-buru boga salaki dina waktuna sok disebut-; ronggeng – ronggeng nu teu laku, euweuh nu ngigelan, up. dina ketuk tilu.Artinya, jomblo dipakai untuk barang dagangan yang kurang atau tidak laku, disebut juga jomlo, sebaliknya dari laris; saat musim hujan banyak dagangan yang tidak laku, apalagi yang berdagang es sirop; perempuan dianggap barang dagangan, sehingga perempuan yang tidak segera laku oleh pria, artinya tidak segera memiliki suami pada waktunya, suka disebut jomblo. Jaromblo adalah bentuk jamak dari jomblo.

Hal yang sama juga dijabarkan Kamus basa Sunda yang disusun oleh R. Satjadibrata (Kiblat, 2005). Jomlo dalam kamus itu berarti taya nu mikahayang (barang dagangan) at. taya nu ngalamar (awewe). Artinya, tidak ada yang berminat atau menginginkan (barang dagangan) atau tak ada yang melamar (perempuan).

Berdasarkan KBBI V dan dua kamus bahasa Sunda tersebut, kata jomlo seolah-olah bisa disematkan kepada janda ataupun duda seperti Prabowo. Sesungguhnya, antara jomlo dengan duda memiliki perbedaan yang jelas. Jomlo adalah orang yang belum atau tidak mempunyai pasangan dengan batasan dia belum pernah menikah. Sementara itu, duda atau janda adalah orang yang belum atau tidak memiliki pasangan dengan batasan pernah menikah. Tesamoko/Tesaurus Eko Endarmoko (Gramedia, 2016) dan Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia (Badan Bahasa, 2016) tidak memasukkan duda danjomlo sebagai sinonim. Jadi, Prabowo tidak bisa dikatakan sebagai jomlo karena dia adalah duda.

Khusus untuk Prabowo, tidak ada satu celah untuk mengatakannya sebagai jomlo. Kata jomlo sebenarnya dipakai sebagai sebutan ejekan karena digunakan untuk menyebut barang yang tidak laku terjual, dan menyebut orang yang belum menikah pada usia yang sudah sangat pantas menikah. Jadi, mengatakan seseorang yang belum punya pasangan sebagai jomlo adalah sebuah ejekan, sedangkan orang yang mengaku jomlo berarti mengejek dirinya sendiri. Karena itu, sebaiknya seseorang tidak menggunakan kata jomlo untuk menyebut temannya yang belum punya pasangan apabila tujuannya tidak untuk mengejek karena jomlo bukan pilihan, melainkan nasib.

Sementara itu, apabila tujuannya untuk mengejek, silakan pakai katajomlo. Sementara itu, Prabowo bukan orang yang tidak laku. Kalau mau, dia bisa menikahi banyak perempuan karena dia adalah orang kaya, tokoh nasional, dan memiliki banyak hal bergengsi lainnya untuk membuat perempuan terpikat.

Selain duda, sebutan yang tepat untuk Prabowo adalah pria lajang. Kata lajang memiliki kelebihan daripada kata jomlo.Pria lajang bisa dipakai untuk menyebut seseorang yang belum punya pasangan, baik yang belum pernah punya pasangan maupun yang pernah punya pasangan, seperti duda dan janda.

Dalam KBBIlajang berarti sendirian (belum kawin)melajang berarti hidup sebagai lajang. Makna kata ini tidak merujuk pada makna tidak laku. Di sini melajang bisa berarti pilihan karena belum atau tidak mau punya pasangan, dan bisa juga karena tidak laku meski ingin punya pasangan. Jadi, jomlo adalah nasib, sedangkan orang lajang atau melajang adalah pilihan hidup.

Sampai di sini, apakah Anda masih menganggap Prabowo sebagai jomlo?

Mengenai jomlo dan lajang, dua kata tersebut tidak berkategori sama. Jomlo adalah kata benda. Jomlo adalah manusia. Sementara itu, lajang adalah kata sifat. Lajang adalah kondisi atau keadaan seseorang. Untuk membuat lajang menjadi manusia, kata itu perlu dijadikan kata benda. Saya menyarankan kata pelajang. Pelajang berarti orang yang melajang. Kata ini diturunkan dari kata kerja melajang.

Jomblo atau jomlo?

Menurut KBBI, bentuk yang benar adalah jomlo. Lema tersebut telah terdaftar sejak KBBI I (1989). Sementara itu, menurut Kamus Bahasa Sunda yang disusun oleh RA Danadibrata, bentuk yang benar adalah jomblo. Dalam kamus ini juga terdapat bentuk jomlo. Namun, kata yang diberi arti hanya jomblo. Artinya, kata yang baku menarut kamus ini adalah jomblo. Sementara itu, dalam Kamus basa Sunda yang disusun oleh R. Satjadibrata, bentuk yang benar adalah jomlo. Dalam kamus ini juga terdapat bentuk jomblo, tetapi kata ini tidak diberi makna. Entah kenapa penyusun dua kamus bahasa Sunda ini bisa berbeda pendapat tentang bentuk baku kata jomblo atau jomlo, padahal akar kata tersebut sama-sama berasal dari bahasa Sunda.

Di sisi lain, bentuk yang dikenal luas oleh masyarakat adalah bentuk jomblo dalam bahasa percakapan. Jadi, bentuk manakah yang harus kita anggap benar? Saya tetap memakai bentuk jomlo seperti yang tertera dalam KBBI. Lagi pula, kita sedang berbahasa Indonesia, bukan berbahasa Sunda atau bahasa prokem. Selain itu, perbedaan bentuk jomlo dan jomblo tidak membedakan maknanya.

 

Holy Adib, Mahasiswa Pascasarjana Linguistik Universitas Andalas

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Scroll Up