Ranah

Menjelajahi DC Belajar Tanpa Batas Di Smithsonian

Sabtu pagi dibulan Agustus 2016, kami melakukan perjalanan menuju Washington dari Kota Lancaster, Pennsylvania. Dua setengah jam waktu tempuh yang dibutuhkan. Washington tidak terlalu besar namun terlihat megah. Gedung dengan jendela jendela besar disetiap bangunan, ornamen ornamen klasik dan pilar pilar kokoh raksasa. Arsitektural Washington DC mengingatkan saya akan sejarah jaman Romawi kuno, kokoh dan perkasa

Perjalanan ke Kota ini merupakan impian saya. Tempat untuk menemukan sejarah, seni dan ilmu pengetahuan yang melebur menjadi satu. District of Columbia atau yang sering disebut sebagai “Washington” atau “DC” merupakan Ibukota dari Amerika Serikat. Terletak di sepanjang Sungai Potomac di Pantai Timur Negara ini. Washington sendiri merupakan rumah bagi banyak monumen nasional dan museum lain yang terletak di sekitar National Mall.

Untuk mejelajah Kota Washington disarankan berjalan kaki. Dengan begitu kita bisa menyisir setiap sudut kota. Sekitar jam 11 siang, petualangan menjelajahi DC kami mulai. Amerika menurut saya berbeda dengan negara lain, disini nyaris tidak punya makanan lokal yang khas, ujung-ujungnya selalu hamburger.

Sejarah negara ini adalah rangkaian dari beragam suku bangsa. Kesimpulan saya adalah jika anda ingin mencicipi berbagai macam jenis kuliner dari negara lain disinilah tempatnya. Masakan dari Meksiko, Italia, Timur Tengah, Asia bahkan Yunani pun menurut saya sangat lezat.

Nyaris tidak ada sudut di kota ini yang tidak saya kagumi. Kadang tertegun lama hanya untuk mengagumi ornamen dari setiap gedung yang ada. Salah satu gedung yang mencolok adalah Gedung Putih. Bangunan yang sudah berdiri lebih dari 200 tahun ini merupakan tempat tinggal presiden terpilih dan keluarganya.

Hari itu banyak sekali wisatawan yang berkunjung. Beberapa orang secret service bersenjata laras panjang dengan anjing pelacak terlihat siaga di depan Gedung Putih. Wajah mereka ramah menyapa pengunjung tetapi juga awas menghadapi segala potensi ancaman.

smithsonian

Institusi Smithsonian yang mendunia itu adalah tujuan kami berikutnya. Tempat dimana terdapat museum, area penelitian, galeri, dan kebun binatang melebur di satu kota. Rasa letih dan pegal sirna karena semangat menjelajahi Smithsonian. Waktu terasa cepat berlalu dan tidak pernah cukup menjelajahi tempat ini.

Memasuki National Gallery of Art, tak satupun karya seni yang luput dari mata kami. Mulai The Peacock Room karya seniman brilian James Abbott Whistler, si pemahat jenius Auguste Rodin dengan mahakaryanya “The Thinker” hingga Claude Monet.

Di Smithsonian kita bisa belajar tanpa batas. Mengeksplorasi segala sesuatu tentang asal-usul manusia dan masa depan. Mulai dari alat transportasi dan mesin. Hingga sejarah seni di beberapa benua dengan hampir 140 juta objek karya seni dan spesimen yang tidak akan lelah untuk dijelajahi.

Smithsonian seperti peti harta karun bagi kami. Dan bagian terbaik adalah anda tidak perlu membayar sepeserpun. ( Dian Rivera)

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Scroll Up