Ranah

Gedung-Gedung Tinggi Di Bahaur Menyisakan Manusia Di Rumah Panggung

Pulang Pisau adalah kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten Kapuas yang terletak di Provinsi Kalimantan Tengah. Resmi terbentuk pada tanggal 16 Mei tahu 2002 setelah melalui perjalanan panjang para tokoh daerah dan pemerintahan provinsi Kalimantan Tengah.

Perjalanan ke Kabupaten ini merupakan kunjungan kedua saya. Untuk mencapai Pulang Pisau saya justru masuk dari ibukota Kalimantan Selatan, Banjarmasin. Jalan yang menghubungkan antara Banjarmasin dan kabupaten pemekaran ini semakin mulus, seiring denyut nadi perkembangan Indonesia. Pulang Pisau menurut warga setempat mengandung arti pegangan pisau. Satu setengah jam perjalanan darat dari Kota Banjarmasin tidak terasa.

Kalimantan Tengah dan wilayah Kalimantan pada umumnya merupakan daerah dengan banyak sungai besar dan panjang. Speed boat merupakan transportasi umum penghubung antar daerah di wilayah ini, apalagi dengan medan daratan yang masih sulit di tembus.

Tepat jam 9 pagi kami berangkat dari Pulang Pisau menuju Bahaur, tujuan utama kunjungan kali ini. Bahaur terletak di ujung selatan sungai Kahayan. Pemandangan indah serta air sungai yang tenang menemani perjalanan menuju Bahaur.

Di Bahaur, masyarakat berlomba-lomba membangun gedung tinggi. Peruntukannya bukan untuk hunian warga tetapi untuk sarang burung Walet. Gedung-gedung tinggi yang tertata rapi dengan jendela kecil  pada bagian atapnya. Sementara rumah untuk hunian warga dibangun seadanya.

Kegunaan sarang burung walet ini pertama kali dikembangkan oleh masyarakat China pada saat Dinasti Yuan. Mereka meyakini sarang burung yang berasal dari air liur burung Walet ini dapat menetralisir racun, menjaga kesehatan kulit, membantu pertumbuhan sel-sel baru serta beragam manfaat kesehatan lainnya. Dengan permintaan yang tinggi menyebabkan harga sarang burung Walet jadi mahal. Kondisi ini yang memicu pertumbuhan gedung-gedung di daerah Bahaur.

Itulah kenyataan di Bahaur, gedung-gedung tinggi didirikan untuk burung walet namun di sisi lain rumah warga Bahaur sangat sederhana. Rumah panggung di pinggir sungai terbuat dari kayu seadanya. Kesejahteraan Walet lebih berharga dari kesejahteraan manusia.

Nilai ekonomis sarang burung Walet telah mengubah tampilan muara sungai Kahayan. Kompleks gedung Walet menjadi siluet yang indah dari kejauhan, namun menyisakan agenda memanusiakan manusia (SSY)

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Scroll Up