Ranah

Bus Medan Jaya Yang Masih Jadi Jagoan Ngebut Lintas Sumatera

Yahya, seorang saudara yang tinggal di Bandar Lampung, jika pulang kampung ke Sijunjung pastilah naik bus memilih naik PO Medan Jaya. Sebelumnya, ia telah mencoba hampir semua bus lintas sumatera sampai memutuskan akan setia pada Medan Jaya.

Bagi kalangan pecinta bus lintas sumatera saat ini, PO Medan Jaya pastilah mendapat perhatian mereka. Mereka akan sepakat Medan Jaya sebagai bus tercepat sekaligus ternekat untuk saat ini.

ALS boleh menjadi perusahaan otobus lintas sumatera dengan rute terjauh dan armada terbanyak. Atau, sederatan nama-nama Bus asal Aceh bersaing untuk mendapatkan tempat nomor satu urusan kenyamanan dan fasilitas penumpang.

Tapi, untuk urusan kecepatan Medan Jaya lah juaranya. Tempat yang di masa 80an sampai 90an diisi CV Makmur, saat ini diambil alih Medan Jaya.

Perusahaan otobus ini bisa tiba 6-10 jam lebih awal di kota Medan dibanding bus lain yang berangkat sama dari Jakarta.

Sebuah cerita dari ruang sopir di rumah makan sepanjang lintas. Jika sopir-sopir lain sedang bercerita, masuk sopir bus ALS maka cerita akan berhenti.

Mereka akan bertanya dan siap mendengar cerita sopir bus ALS. Tapi jika setelah itu masuk sopir PO Medan Jaya, sopir ALS akan segera diam. Menyapa sopir Medan Jaya atau sekedar berbagi rokok.

Sopir PO Medan Jaya sangat disegani di kalangan sopir lain. Di depan sopir Medan Jaya, pengalaman dan cerita tinggi mereka tak ada artinya. Inilah yang membuat sopir-sopir ini menjadi enggan untuk pamer kehebatan. Mereka segan.

Medan Jaya nampaknya siap mengambil resiko untuk kecepatan ini. Di situs pencari, kita akan menemukan berita kecelakaan yang melibatkan bus ini.

Mulai dari menabrak pejalan kaki, pengendara motor sampai mobil lain. Bahkan tanggal 27 April 2016, Bus Medan Jaya bertabrakan dengan Bus Medan Jaya yang lain. Satu perusahaan bus bukan lagi saling mendahului, tapi saling menabrak. Lokasinya di jalan lintas Duri-Kandis, Riau.

Ngebut di lintas sumatera sebenarnya bukan juga sesuatu yang bisa dibanggakan. Jalanannya kecil dan banyak tikungan. Belum ketika kita bicara volume kendaraan yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Saya malah merasa sebenarnya lintas sumatera bukan didesain untuk bus-bus ukuran besar. Apalagi untuk digunakan oleh bus-bus deck tinggi yang mulai menjadi trend saat ini.

Pemerintah harus terus menerus meningkatkan kualitas jalan lintas sumatera agar menjadi “national highway” yang sebenarnya. Bukan sekedar jalanan sempit yang dipaksakan menjadi ruas jalan negara.

Perusahaan-perusahaan bus perlu juga secara ketat menerapkan standar operasi yang mengutamakan keselamatan layaknya di negara maju. Misalnya, sopir harus wajib istirahat setelah 4 jam perjalanan. Juga kewajiban lain soal batas kecepatan.

Kita semua menginginkan perjalanan yang nyaman, lancar dan selamat di lintas sumatera. (UBE)

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Scroll Up