Ranah

Achdiat K Mihardja, Mengajarkan Indonesia Pada Australia

 

Atheis sebuah novel karya Achdiat Karta Mihardja, Sastrawan Indonesia yang lahir di era revolusi. Novel yang dipublikasikan pada tahun 1949 itu bercerita tentang kegundahan spiritual. Kegundahan seorang pemuda yang berada di tengah pusaran pertempuran dua Isme yang berkembang di Indonesia kala itu. Islam dan Komunisme terlibat perang dingin di Republik yang baru saja merdeka.

Novel itu mengkritisi dogma-dogma agama yang dianggap mengekang kebebasan berpikir. Banyak yang menganggap karya Atheis ini mewakili Achdiat, namun ia membantahnya dengan menulis novel lanjutan setelah berpuluh tahun setelah novel Atheis. Manifesto Khalifatullah, Novel yang bicara soal ketuhanan dan Negara, novel itu diterbitkan pada tahun 2005.

Achdiat juga menulis novel lainnya yaitu Bentrokan dalam Asrama (1952), Si Kabayan, Manusia Lucu (1996), Polemik Kebudayaan (1948), Keluarga Raden Sastra (1954), Pakaian dan Kepalsuan(1956), Keretakan dan Ketegangan (kumpulan cerpen, 1956), Kesan dan Kenangan(1960), Debu Cinta Bertaburan (Novel, Singapura, 1973), Belitan Nasib (kumpulan cerpen, 1975), Pembunuhan dan Anjing Hitam (kumpulan cerpen, 1975), Pak Dullah in Extrimis(drama, 1977), dan Si Kabayan Nongol di Zaman Jepang.

Achdiat hijrah ke Australia, ia mendirikan pusat kajian tentang Indonesia atau Indonesian Studies di Australian National University di Canberra pada tahun 1964.

Semasa hidupnya, Achdiat memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Australia. Hingga akhir hayatnya, Achdiat merupakan pengajar tetap soal sastra dan keadaan sosial Indonesia di Australian National University. Achdiat meninggal pada 8 Juli 2010 di Jindalee Nursing Home, Canberra karena serangan jantung.

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Scroll Up